Anik Zuroidah

ANIK ZUROIDAH, S. pd. Mengajar di MtsN 5 Jombang IKATLAH ILMU DENGAN PENA (ALI BIN ABI THOLIB) Maqola ini sangat memotivasi saya untuk selalu menu...

Selengkapnya
Navigasi Web

PELANGI DUA WARNA (2)

Tantangan Hari ke-95

27 Juli  2020

Tantangan Gurusiana # Tantangan Menulis Hari ke-95

PELANGI DUA WARNA

 

Tantangan hari ke -95

27 Juli 2020

Tantangan Gurusiana # Tantangan Menulis Hari ke-95

PELANGI DUA WARNA

1. Saatnya Bersinar

                Saat siang hari rasa sepi tak begitu terasa. Aktivitas mengajar di sebuah madrasah menjadi hiburanku. Belajar bersama para siswa. Bercengkrama juga dengan teman seperjuangan.     Bagiku waktu sangatlah cepat. Bergerak bagai kilat. Hingga saat pulang mengajar semakin mendekat. Waktu itu jam mengajar masih pulang setengah satu siang. Salat zuhur kulakukan di rumah bersama keponakan.

            Tiba di rumah, aku tak repot karena menu makan siang sudah siap di meja. Ibu mertuaku yang menyiapkannya. Jangan heran. Beliau itu hobi memasak. Tiap hari menu berganti. Satu minggu tak ada yang sama. Rangkaian masakannya pun selalu sesuai dan lengkap. Layaknya sebuah resto saja. Sayur sop, asem, lodeh, rawon, soto, sate kepala, bali tahu, telur, dan daging. Sempat sungkan juga sih. Namun aku tak berdaya karena aku memang juga tak bisa memasak. Yang membuatku nyaman. Saat usai melahap makan siang. Ibu mertuaku selalu bertanya, “ Enak?” Besok dimasakkan apa,” aku pun hanya senyum sambil menjawab,” Sakerso.”

            Saat sore hari. Aku mengagendakan belajar lagi bersama para santri TPQ. Termasuk ponakanku juga ikut mengaji. Mereka menjadi hiburanku juga. Di teras rumah aku bersama mereka. Di saat seperti, Ibu mertuaku selalu mengabsen para santri. Beliau selalu menanyakan satu per satu  dari santri yang mengaji. Aku pun selalu menjawab dan menjelaskan dengan detail. Setelah menjawabnya, beliau diam sambil mengamat kami mengaji.

            Saat Magrib tiba. Aku, ibu mertuaku, dan keponakanku selalu salat di masjid karena tempat yang sangat dekat. Tak ada alasan utnuk salat di rumah. Itu kami lakukan dalam lima waktu salat.

            Usai Magrib  saya masih harus mendampingi keponakan untuk balajar. Namun teman Fitri, ponakan saya bnayak yang ikut gabung belajar bersama. Suasana rumah pun mulai hidup. Kehadiran mereka sangat berarti.

            Tibalah malam. Saatnya kembali bertiga. Makan bertiga, tidur pun bertiga. Tidak pakek lama. Kami pun bercengkrama sebentar sambil lihat TV. . Tak berapa lama. Kami pun menuju alam mimpi masing-masing.

           

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

search

New Post