Anik Zuroidah

ANIK ZUROIDAH, S. pd. Mengajar di MtsN 5 Jombang IKATLAH ILMU DENGAN PENA (ALI BIN ABI THOLIB) Maqola ini sangat memotivasi saya untuk selalu menu...

Selengkapnya
EDISI BERSAMA
Bersama Santri Legendaris

EDISI BERSAMA "SANTRI LEGENDARIS"

EDISI BERSAMA "SANTRI LEGENDARIS"

Hadirnya bulan Ramadan membawa kebaikan bagi manusia. Utamanya orang-orang yang bertakwa. Bagaimana tidak. Secara kasat mata kita bisa memperhatikan, bagaimana para pedagang sangat bersemangat bisa menjual segala barang untuk persiapan lebaran. Bahkan pada saat ini muncul pedagang dadakan. Misalnya pedagang makan dan minum persiapan takjil, pedagang busana dan perlengkapannya. termasuk toko dan swalayan. Begitulah momen ramadan selalu di nanti.

Bagi orang yang bertakwa, kehadiran ramadan lebih dari itu. Menilai diri lebih penting dari segalanya. Sikap introspeksi inilah sebenarnya yang harus dikembangkan. Terutama di bulan suci. Di antara mereka adalah sekelompok orang yang ingin belajar Alquran dengan lebih baik dan benar. Mereka adalah ibu-ibu tetangga saya. Julukan mereka adalah "Santri legendaris". Artinya santri yang sudah berusia atau berumur. Menurut pengakuan kelompok santri legendaris ini, keinginan belajar Alquran itu muncul saat mendengar tadarus anak-anak di masjid.

Menurut mereka bacaan anak-anak sangat baik dan benar. Mereka seolah ingin demikian. Keinginan itu pun disampaikan kepada salah seorang ustadzah pengajar TPQ. Setelah itu kegiatan belajar bersama pun diagendakan.

Mulai bulan Ramadan kegiatan dilakukan. Waktunya malam hari usai salat tarawih. Dengan istikomah tingkat tinggi, mereka belajar bersama tanpa lelah. Kadang durasi belajarnya hingga 2 jam. Bahkan karena semangatnya kegiatan ini tanpa libur. Hingga tiada terasa, kegiatan berjalan sampai dengan saat hari raya min 2 hari. Di pertemuan akhir edisi Ramadan itu mereka ingin melanjutkannya usai hari Raya nanti. Sungguh luar biasa.

Benar sekali. Usai hari raya saat santri TPQ masuk, salah seorang personel santri

legendaris mengingatkan Ustadzah Churrotin untuk belajar lagi. Kondisi semacam ini pun tidak disia-siakan oleh Ustadzah Churrotin. Saat itu juga kegiatan dimulai. Ternyata pengikutnya bertambah. Ibu-ibu yang mengantarkan anaknya mengaji turut bergabung bersama mereka.

Proses pembelajaran pun dilakukan.Sungguh diluar dugaan. Saat Ustadzah Churrotin membuka alat peraga semua menyimak. Tiada rasa malu bagi mereka. Mereka bersemangat demi mempelajari Alquran kitabullah.

Semangat dua pihak yang sama-sama ikhlas dalam menyiarkan Kalamullah. Mereka adalah guru dan murid yang mengajar dan belajar Alquran. Mereka adalah sebaik-baik manusia. Sebagaimana hadits " Sebaik-baik di antara kalian adalah orang yang belajar Alquran dan mengajarkannya(H.R.Imam Al Bukhori).

Demikianlah perjalanan santri legendaris yang perlu diteladani. Mereka memiliki sebuah karakter istikomah. Mereka ingin menjadi manusia yang lebih baik. Mereka melakukan kebaikan tidak terbatas saat ramadan. Mereka melanjutkan kebaikan itu tanpa batas. Semoga mereka tetap bersemangat. Mudah-mudahan Allah meridhoi. Aamiin.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Yes, kunanti tilisan berikutnya.

19 Jun
Balas

Mantaps Bund. Sukses selalu dan barakallahu fiik

19 Jun
Balas

Amin Terimakasih Bunda

19 Jun

Amin Terimakasih Bunda

19 Jun

Siap Bapak.... Terimakasih

19 Jun
Balas

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali